Senin, 24 Agustus 2015

Lilin Kecil

Engkau Lilin-lilin kecil
Sanggupkah kau mengganti
Sanggupkah kau memberi
Seberkas cahaya
Engkau lilin-lilin kecil
Sanggupkah kau berpijar
Sanggupkah kau menyengat
Seisi dunia....

Sepenggal syair lagu chrisye, yg sepertinya memiliki makna yg dalam.
Cuma menebak dan menerka mungkin waktu bikin lagu penciptanya  lg merasa gelap shg membutuhkan sedikit sinar agar hidup bisa bercahaya atau mungkin penciptanya pengen kehidupanya bisa lebih berarti dengan bisa memberi paling tidak setitik cahaya bagi orang lain.
Dulu sering membaca ttg inspirasi memakai kiasan bagaimana kita harus menjadi lilin yg bisa menerangi kehidupan orang lain. 
Lilin kalo lagi mati lampu , tentunya sangat bermanfaat sekali.
Dulu saya tidak masalah istilah lilin tp karena belajar dari pengalaman maka tidak perlu sampai habis dan  menghancurkan diri utk bisa memberikan cahaya bgi orang lain.
Akhirnya saya juga mengkaitkan dgn  sifat lilin yg bisa habis dan hancur maka saya gak suka memakai istilah lilin.
Karena kalau kita ingin bisa katakan lah menerangi atau membantu mereka , yang harus kita ingat jangan sampai melukai atau menghancurkan diri sendiri dan bahkan membuat kita menjadi gelap, sampai habis2an bikin hati dan jiwa hancur remuk berdarah2 Perlu hikmat, pemahaman dan tentunya belajar dri pengalaman agar cahaya kita tidak menjadi habis , dan kita pun mjd gelap.
Jadi saya sih lebih senang jadi lampu aja karena ia bergantung pada sumber energi listrik , yg dalam hal ini adalah Tuhan yg memberikan kita sumber daya baru setiap hari. Kalau jadi lampu , kita bisa menerangi lebih terang, bergantung sumber daya yg tidak pernah habis yi Tuhan dan yg pasti gak habis habisan sampai hancur lebur dan menjadi gelap.



Selasa, 11 Agustus 2015

TIWUL

 sarapan pagi dengan sepincuk tiwul dan 1 gelas susu atau teh manis adalah salah satu favorit saya. Tetapi sayangnya , tiwul merupakan penganan yg sangat langka dan susah untuk didapatkan di kota saya. Mungkin karena penggemarnya sudah langka. Dulu waktu masih kecil senang sekali dengan jajanan pasar seperti cenil, jagung manis yg di beri kelapa, getuk dan tiwul, dan waktu itu masih ada 1 orang penjual yg menjual di pasar tradisional yang tidak terlalu jauh dari rumah, sehingga setiap ibu saya kepasar selalu membeli penganan tersebut. Kesukaan saya terhadap tiwul juga berlanjut sampai sekarang. Cuma susah sekali untuk mendapatkannya dan gak tahu juga dimana membelinya. Sering kali pas lagi pengen, ada tetangga ibu yang kasih, jadilah terobati kerinduan terhadap tiwul yang langka ini.  Dan ternyata kata pak T#### OB dikantor , di pasar pagi didekat kantor saya. Itupun pak T#### harus penuh perjuangan karena kehabisan terus , belinya harus pagi betul. Sebetulnya gak tega juga minta tolong beliin sama p t#### karena sudah tua, dan karena p txxxxl nya maksa buat beliin dengan alasan sekalian antar istrinya kepasar, ya sudah lah. Akhirnya kangen dengan si tiwul terobati juga walau rasanya kurang enak karena terlalu kering. Dan lucunya semua orang orang kantor tidak ada yang mau ditawarin makan tiwul, cuma saya dengan mbak Y####,office girl, heheee,kami berdua yang menghabiskan semua tiwul2 itu. mungkin mereka pada gengsi karena tiwul itu identik dengan makanan orang susah, pengganti nasi di jawa,( tapi cuma dugaan aja ya). Tapi buat saya tiwul itu enak gurih , gak bikin enek apalagi kalau pakai kelapa parut yang masih muda enak sekali, dan karena mendapatkannya susah ya makan nya jadi semakin enak saja. Kalau makan roti isi terkadang baru makan 1 saja sudah enek, makan tiwul bisa 2- 3 pincuk daun heheeee. Iseng iseng, saya tanya dengan rekan kerja yang berasal dari daerah trans kalau ada yang jual tiwul kering disana dan ternyata susah untuk mendapatkannya lagi karena dijual semua keluar daerah ada supplier yang mengambilnya dan harganya juga lumayan dibandingkan dulu yang sepertinya tidak berharga. Wah ternyata tiwul masih punya penggemar tersendiri. Memang penganan ini perlu dilestarikan karena merupakan penganan khas indonesia yang memiliki cita rasa khas. Dari segi khasiat pun , singkong sebagai bahan dasar tiwul memiliki setumpuk khasiat yang baik bagi kesehatan. Saya juga melihat di internet sudah ada variasi makanan yg berasal dari tiwul. Tentunya dengan modifikasi , tiwul tidak kalah dengan penganan lainnya yang lebih terkenal. Dan yang terpenting image  orang makan tiwul bukan karena susah tidak bisa beli beras tetapi karena gemar dan suka. Semoga Indonesia semakin sejahtera dan tidak ada penduduk miskin yang tidak mampu untuk membeli beras.